Kajian Fikih Khilafiyah

Memahami Pro Kontra Maulid Agar Umat Tetap Solid

مَوْلِدُ النَّبِيِّ ﷺ بَيْنَ الْمُجِيزِينَ وَالْمَانِعِينَ

Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Peta materi

Lima Langkah Memahami Perbedaan

01
Peta Pendapat Ulama
Siapa yang membolehkan, siapa yang melarang
02
Ibadah atau Tradisi?
Dua kaidah yang harus dibedakan
03
Memahami Bid’ah
Sayyiah, hasanah, dan kadar-kadarnya
04
Tiga Argumen Lain
Praktik salaf, asal-usul, dan hari raya
05
Sikap Kita
Menjaga ukhuwah di tengah khilaf
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Tasyjīr

Lima Titik Silang Perdebatan

Perdebatan Maulid Nabi ﷺ
Ibadah atau tradisi?
Kontra: Ibadah: butuh dalil khusus
Pro: Tradisi: asalnya mubah
Bid’ah?
Kontra: Setiap bid’ah sesat
Pro: Ada bid’ah hasanah
Praktik salaf?
Kontra: Ditinggalkan salaf, berarti bukan kebaikan
Pro: At-tark bukan dalil haram
Asal-usul?
Kontra: Dirintis Dinasti Fathimiyyah
Pro: Dirintis ulama & raja Ahlus Sunnah
Hari raya?
Kontra: ‘Ied baru yang bid’ah
Pro: Tradisi tahunan, bukan ‘ied
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
01

Peta Pendapat Ulama

Siapa yang membolehkan dan siapa yang melarang peringatan maulid Nabi ﷺ, dari kalangan klasik hingga lembaga fatwa modern.

Kelompok yang membolehkan

Apa yang Sebenarnya Dibolehkan?

Sebagian ulama berpendapat bahwa melakukan amalan atau ibadah mutlak — seperti membaca shalawat, membaca al-Qur’an, dan sedekah — pada bulan Rabi’ul Awwal, atas sebab bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, adalah perkara yang boleh dilakukan.
Jumhur
Syaikh Saif al-‘Ashri menegaskan bahwa ini merupakan pendapat mayoritas ulama.
Lihat: Saif al-‘Ashri, al-Bid’ah al-Idhafiyyah
ShalawatTilawah al-Qur’anSedekah
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Membolehkan · Ulama klasik

Ulama Klasik yang Membolehkan (1)

1
Syaikh al-Qurra’ Syamsuddin Ibnu al-Jazari (w. 590 H) — dinukil as-Suyuthi, al-Hawi li al-Fatawa, dan az-Zurqani, Syarah al-Mawahib (1/261)
2
Al-Hafizh Abu al-Khaththab Ibnu Dihyah (w. 635 H) — at-Tanwir fi Maulid al-Basyir an-Nadzir
3
Imam Abu Syamah (w. 665 H) — al-Ba’its ‘ala Inkar al-Bida’ wa al-Hawadits
4
Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi (w. 676 H)
5
Al-Hafizh Abdurrahman al-‘Iraqi (w. 806 H)
6
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H)
7
Al-Hafizh as-Sakhawi (w. 902 H) — dinukil dalam as-Sirah al-Halabiyyah (1/83–84) dan Subul al-Huda wa ar-Rasyad (1/362)
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Membolehkan · Ulama klasik

Ulama Klasik yang Membolehkan (2)

8
Al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H) — Husn al-Maqshad fi ‘Amal al-Maulid
9
Al-‘Allamah Muhammad bin Umar Bahraq al-Hadhrami (w. 930 H) — Hada’iq al-Anwar (hlm. 45)
10
Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami al-Makki (w. 974 H) — Tuhfah al-Muhtaj (31/377)
11
Al-‘Allamah Muhammad bin Ahmad Ibnu Manzhur — dinukil Saif al-‘Ashri, al-Bid’ah al-Idhafiyyah
12
Syaikh al-Islam Sirajuddin al-Bulqini — dinukil Saif al-‘Ashri
13
Syaikh Ibrahim Ibnu Rifa’ah al-Maghribi — dinukil Saif al-‘Ashri
14
Ibnu al-Jauzi — dinukil dalam as-Sirah al-Halabiyyah (1/83–84)
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Membolehkan · Ulama kontemporer

Ulama Kontemporer yang Membolehkan

1
Syaikh Muhammad ath-Thahir bin ‘Asyur (w. 1393 H) — at-Tahrir wa at-Tanwir (2/172)
2
Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf, Syaikh al-Azhar — Fatawa Syar’iyyah (1/131)
3
Syaikh Muhammad al-Fadhil bin ‘Asyur — Wamdhat Fikr (hlm. 199)
4
Syaikh Muhammad asy-Syadzili, Tunisia — artikel Ihtifa’ wa Tadzkir (1994)
5
Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi — ‘Ala Ma’idah al-Fikr al-Islami (hlm. 295)
6
Syaikh Muhammad ‘Alwi al-Maliki — Mafahim Yajibu an Tushahhah (hlm. 340)
7
Syaikh Yusuf al-Qaradhawi — artikel al-Ihtifal bi Mawlid an-Nabiy
8
Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi
9
Syaikh Ali Jum’ah — al-Bayan li ma Yusyghilu al-Adzhan (1/157)
10
Syaikh Wahbah az-Zuhaili
11
Habib Umar bin Hafidz
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Membolehkan · Lembaga fatwa

Lembaga Fatwa Dunia yang Membolehkan

Sudan
Hai’ah ‘Ulama as-Sudan
Mesir
Dar al-Ifta’ al-Mishriyyah
Uni Emirat Arab
al-Hai’ah al-‘Ammah li asy-Syu’un al-Islamiyyah
Yordania
Dar al-Ifta’ al-Urduniyyah
Kuwait
Wizarah al-Awqaf
Palestina
Dar al-Ifta’ al-Filisthiniyyah
Tunisia
Diwan al-Ifta’
Maroko
Wizarah al-Awqaf
Suriah
Wizarah al-Awqaf
Lebanon
Dar al-Fatwa
Aljazair
Wizarah asy-Syu’un ad-Diniyyah
Oman
Wizarah al-Awqaf
Bahrain
Wizarah al-Awqaf
Mauritania
Dar al-Ifta’ wa al-Mazhalim
Indonesia
12 Rabi’ul Awwal hari libur resmi
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kelompok yang melarang

Ulama Klasik yang Melarang

1
Sebagian ulama Malikiyyah: Abu al-Walid al-Baji (w. 474 H), Abu al-‘Abbas al-Qubbab (w. 780 H), Muhammad bin al-Hasan al-Hajwi (w. 1376 H)
2
Ibnu Taimiyyah — al-Fatawa al-Kubra (4/414) dan Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim
3
Imam Abu Ishaq asy-Syathibi (w. 790 H) — al-I’tisham (hlm. 232, 318)
4
Tajuddin al-Fakihani al-Maliki (w. 731 H) — al-Maurid fi ‘Amal al-Maulid
5
Ibnu al-Hajj (w. 737 H) — al-Madkhal (2/5)*
6
Al-Mulla ‘Ali al-Qari al-Hanafi (w. 1014 H)
* As-Suyuthi dalam al-Hawi li al-Fatawa justru menggolongkan Ibnu al-Hajj ke dalam ulama yang membolehkan, dengan syarat tidak ada kemungkaran di dalamnya.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kelompok yang melarang

Ulama Kontemporer yang Melarang

1
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh
2
Syaikh Muhammad Rasyid Ridha
3
Syaikh Muhammad al-Ghazali
4
Syaikh Muhammad bin Abdus Salam asy-Syuqairi
5
Syaikh Abdullah al-Bassam (w. 1423 H)
6
Syaikh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi (w. 1332 H)
7
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin
8
Syaikh Abdul Aziz bin Baz
9
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
10
Syaikh Sa’id bin ‘Ali al-Qahthani
11
Lajnah Da’imah li al-Buhuts wa al-Ifta’ — lembaga fatwa resmi Kerajaan Saudi Arabia
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
02

Ibadah atau Tradisi?

Titik silang pertama: apakah maulid termasuk wilayah ibadah yang menunggu dalil, atau wilayah adat yang asalnya boleh?

Titik silang 1

Ibadah vs. Tradisi

Pihak yang menolak

Maulid adalah ibadah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Hukum asal ibadah adalah haram (tauqif), sehingga memerlukan dalil khusus — dan tidak ditemukan dalil spesifik yang “mensyariatkan” peringatan maulid Nabi ﷺ.

Pihak yang membolehkan

Maulid pada hakikatnya bukan ibadah, melainkan tradisi (adat).

Hukum asal tradisi adalah mubah, selama tidak ada dalil eksplisit yang mengharamkannya. Karena itu, suatu tradisi tidak memerlukan dalil yang khusus dan spesifik.

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Dua kaidah yang harus dibedakan

Wilayah Ibadah dan Wilayah Sarana

الأَصْلُ فِي العِبَادَاتِ التَّوْقِيفُ

Asal dalam ibadah adalah menunggu dalil
Tidak boleh dikerjakan KECUALI ada dalilnya
Masuk wilayah ini
●Tata cara, bilangan, dan waktu shalat
●Jenis dan syarat hewan kurban
●Rukun dan manasik haji
●Dzikir dengan bilangan tertentu
●Puasa yang diyakini punya keutamaan khusus

الأَصْلُ فِي العَادَاتِ الإِبَاحَةُ

Asal dalam adat & sarana adalah boleh
Boleh dikerjakan SELAMA tidak ada larangan
Masuk wilayah ini
●Pengeras suara, lampu, dan karpet masjid
●Mushaf cetak, terjemahan, aplikasi Al-Qur’an
●Sekolah, madrasah, dan kurikulum
●Jadwal imam, kajian, dan pengumuman
●Ambulans jenazah dan tenda takziyah
Pertanyaan pertama sebelum menilai: “Ini urusan ibadah, atau urusan sarana?”
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
03

Memahami Bid’ah

Titik silang kedua: apakah setiap perkara baru pasti sesat, atau ada bid’ah yang terpuji?

Titik silang 2

Bid’ah Sayyiah vs. Bid’ah Hasanah

Pihak yang menolak

Maulid adalah perkara yang diada-adakan setelah masa Rasulullah ﷺ — yakni bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.

Syaikh Muhammad bin Abdul Latif: “Perbuatan maulid adalah bid’ah, mungkar dan jelek. Mengeluarkan harta untuknya adalah bid’ah yang diharamkan; pelakunya berdosa dan wajib dicegah.”

Pihak yang membolehkan

Benar, maulid itu bid’ah dalam arti tidak pernah dilakukan Nabi ﷺ. Tetapi tidak setiap bid’ah sesat dan terlarang.

Perkara baru yang selaras dengan sunnah — mendukung tujuan-tujuan syariat — tergolong bid’ah hasanah, sebagaimana dinyatakan Imam asy-Syafi’i (w. 204 H).

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Ibarat · Imam asy-Syafi’i (w. 204 H)

Bid’ah Itu Ada Dua

قَالَ حَرْمَلَة ابْن يحيى سَمِعت الشَّافِعِي رَحمَه الله تَعَالَى يَقُول: الْبِدْعَة بدعتان: بِدعَة محمودة وبدعة مذمومة، فَمَا وَافق السّنة فَهُوَ مَحْمُود، وَمَا خَالف السّنة فَهُوَ مَذْمُوم

Harmalah bin Yahya berkata: aku mendengar asy-Syafi’i berkata, “Bid’ah itu ada dua: bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela). Yang sesuai dengan sunnah itu terpuji, dan yang menyelisihi sunnah itu tercela.”

Abu Syamah al-Maqdisi, al-Ba’its ‘ala Inkar al-Bida’ wa al-Hawadits, hlm. 22 (Maktabah Syamilah)

Sesuai sunnah → mahmudah (terpuji)
Menyelisihi sunnah → madzmumah (tercela)
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Bid’ah menurut kelompok kontra

Semua Bid’ah Sesat

BID’AH
SESAT
HARAM
Bid’ah pasti sesat dan haram; tidak ada bid’ah yang baik.
Menolak pembagian bid’ah menjadi baik–buruk, maupun menjadi lima hukum (wajib, sunnah, mubah, makruh, haram).
Berpegang pada hadits “kullu bid’atin dhalalah” secara tekstual: semua bid’ah sesat tanpa pengecualian.
Faktanya, ulama kelompok ini pun sering berbeda pendapat dalam menilai sesuatu bid’ah atau bukan — padahal sama-sama tidak pernah dilakukan Rasulullah ﷺ.

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Setiap bid’ah adalah sesat.”

HR. Muslim

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Bid’ah menurut kelompok pro

Bid’ah Ada yang Baik dan Buruk

BID’AH
Baik
Wajib
Sunnah
Mubah
Buruk
Makruh
Haram
Bid’ah bukan hukum, melainkan sesuatu yang baru dan belum pernah dilakukan Rasulullah ﷺ.
Hukumnya bergantung pada kesesuaiannya dengan syariat dan payung dalil — umum maupun khusus — melalui ijtihad ulama.
Karena itu, sangat mungkin para ulama berbeda pendapat dalam menghukuminya.
Hadits “kullu bid’atin dhalalah” dipahami sebagai bid’ah yang menyelisihi syariat.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Garis merah bersama

Bid’ah Haram yang Disepakati Semua Ulama

Di wilayah ini tidak ada istilah “bid’ah hasanah” — semua sepakat terlarang.

✕
Praktik yang mengandung syirik
Meminta hajat kepada penghuni kubur, meyakini benda penolak bala, sesajen untuk selain Allah.
✕
Mengubah rukun & tata cara ibadah baku
Menambah rakaat shalat, mengubah urutan manasik haji, mengganti bacaan wajib.
✕
Mengkhususkan ibadah dengan hadits palsu
Amalan berbilangan tertentu yang bersandar pada riwayat maudhu’ atau sangat lemah.
✕
Ratapan berlebihan atas kematian
Niyahah, merobek pakaian, dan menampar pipi — dilarang tegas dalam hadits.
✕
Mewajibkan yang tidak diwajibkan Allah
Menganggap berdosa orang yang meninggalkan amalan yang hukumnya tidak wajib.
✕
Khilafiyah dijadikan alasan memecah jamaah
Memisahkan shaf, memboikot masjid, atau memutus ukhuwah karena perkara ijtihadiyah.
Energi umat sebaiknya habis untuk menjaga garis ini — bukan untuk saling menyalahkan pada perkara ijtihadiyah.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Tidak semuanya satu kadar

Empat Tingkatan Perkara Baru

Menyamakan perkara khilafiyah dengan penyimpangan akidah adalah sumber perpecahan.

1
Bid’ah dalam akidah
Menyimpangkan keyakinan pokok — pengingkaran takdir, penolakan sifat Allah, pengkultusan tokoh. Paling berat; sebagiannya dapat mengeluarkan dari Islam.
Disepakati sesat
2
Bid’ah haqiqiyah dalam ibadah
Amalan ibadah yang sama sekali tidak bersandar pada Al-Qur’an, sunnah, ijma’, maupun qiyas.
Disepakati tertolak
3
Bid’ah idhafiyah
Asal amalannya disyariatkan (dzikir, doa, sedekah), tetapi cara, waktu, bilangan, atau tempatnya yang dipersoalkan.
Wilayah khilaf terbesar
4
Perkara adat & sarana
Urusan dunia dan alat bantu ibadah; dinilai dengan kaidah maslahat, bukan dengan istilah bid’ah agama.
Bukan wilayah bid’ah
Semakin ke bawah, semakin luas ruang ijtihad — dan semakin tidak layak kita bersikap keras kepada sesama muslim.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
04

Tiga Argumen Lain

Praktik salaf, asal-usul sejarah maulid, dan tuduhan menciptakan hari raya baru.

Titik silang 3

Bukan Praktik Salaf?

Pihak yang menolak

Maulid tidak dicontohkan Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan tiga generasi salaf. Seandainya baik, pasti mereka mendahului kita.

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُونَا إِلَيْهِ

Ibnu Taimiyyah: dorongan untuk perayaan ini sudah ada dan tidak ada penghalangnya; seandainya ia kebaikan murni atau lebih kuat, niscaya salaf lebih giat melaksanakannya daripada kita.

Pihak yang membolehkan

Apa yang tidak dilakukan Nabi ﷺ (at-tark) tidak otomatis terlarang atas umat.

التَّرْكُ لَا يَدُلُّ عَلَى التَّحْرِيمِ

Perbuatan Nabi ﷺ bukan satu-satunya dalil, melainkan salah satu di antara dalil-dalil syariat lainnya. Yang tidak beliau lakukan belum tentu tidak berdalil.

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Uji pemahaman

Manakah Kaidah yang Benar?

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”

QS. al-Hasyr [59]: 7

التَّرْكُ يَقْتَضِي التَّحْرِيمَ

Yang ditinggalkan Nabi berarti haram

✕

النَّهْيُ يَقْتَضِي التَّحْرِيمَ

Yang dilarang Nabi berarti haram

✓
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Titik silang 4

Siapa yang Pertama Merayakan?

Argumen kontra: maulid pertama kali diciptakan kelompok sesat — penguasa Fathimiyyah — sehingga tidak pantas dilestarikan seorang mukmin.
Abad ke-4 H
Versi kontra
al-Mu’izz li Dinillah al-‘Ubaidi
Penguasa Dinasti Fathimiyyah (Syiah Bathiniyyah)
Masa Nuruddin Zanki
Versi pro
Syaikh Umar al-Mulla
Lelaki shalih, sahabat akrab Raja Nuruddin Mahmud Zanki
w. 630 H
Versi pro
Raja al-Muzhaffar Kukburi
Raja shalih berakidah Ahlus Sunnah, besan Shalahuddin al-Ayyubi
Fakta sejarah bahwa Fathimiyyah yang pertama kali merayakan maulid masih diperdebatkan.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Titik silang 5

‘Ied Syar’i vs. Tradisi Tahunan

Pihak yang menolak

Mentradisikan maulid berarti menciptakan hari raya baru yang bid’ah.

Padahal Nabi ﷺ tidak pernah menjadikan hari kelahirannya sebagai hari raya.

Pihak yang membolehkan

‘Ied yang syar’i — yang di dalamnya disyariatkan ibadah khusus dengan dalil khusus — memang terbatas pada ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha.

Maulid semata tradisi untuk mengenang peristiwa besar di masa Rasulullah ﷺ, termasuk kelahiran beliau. Tidak ada umat Islam yang meyakini adanya ibadah khusus yang disyariatkan di dalamnya.

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
05

Bagaimana Sikap Kita?

Khilafiyah yang diakui tidak diperlakukan seperti kemungkaran — dan yang mubah tidak diwajibkan atas siapa pun.

Sikap kita · Bagi yang menolak

Hormati sebagai Khilaf yang Diakui

Jadikan maulid sebagai bagian dari persoalan khilafiyah yang diakui. Kaidahnya: perbedaan semacam ini tidak diingkari layaknya kemungkaran, melainkan dihormati sebagai perbedaan yang boleh terjadi di tengah umat.

لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ

“Perkara yang diperselisihkan tidak diingkari; yang diingkari hanyalah (pelanggaran atas) perkara yang disepakati.”

Jalaluddin as-Suyuthi asy-Syafi’i, al-Asybah wa an-Nazha’ir, kaidah ke-35, hlm. 158 (Maktabah Syamilah)

Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Sikap kita · Bagi yang membolehkan

Rayakan dengan Tertib dan Bersih

1
Tempatkan sebagai tradisi
Peringatan maulid adalah tradisi yang hakikat hukumnya boleh (mubah).
2
Jangan diwajibkan
Perbuatan yang hukumnya mubah tidak bisa diwajibkan atas siapa pun.
3
Sterilkan dari kemungkaran
Maulid yang terhitung bid’ah hasanah bisa menjadi bid’ah sayyiah bila diisi hal-hal yang bertentangan dengan syariat.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Ringkasan

Lima Titik Silang dalam Satu Tabel

PersoalanPihak yang menolakPihak yang membolehkan
Ibadah atau tradisi?Ibadah — butuh dalil khususTradisi — asalnya mubah
Status bid’ahSetiap bid’ah sesatAda bid’ah hasanah (asy-Syafi’i)
Tidak dilakukan salafBukan kebaikanAt-tark bukan dalil haram
Asal-usulFathimiyyahUmar al-Mulla / al-Muzhaffar
Hari raya baru?‘Ied yang bid’ahTradisi tahunan, bukan ‘ied
Keduanya bersandar pada dalil dan ijtihad — maka berbeda boleh, berpecah jangan.
Memahami Pro Kontra Maulid Nabi ﷺ · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Memahami Pro Kontra Maulid Agar Umat Tetap Solid

Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Putar HP ke posisi mendatar agar slide memenuhi layar