اِخْتِلَافُ الْعُلَمَاءِ
Kajian Fikih

Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya

Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Part of Rumah Fiqih Indonesia
Dosen STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta
@mochwahab23
Alur kajian

Peta Materi

01
Memahami Ikhtilaf
Beda pendapat vs. berpecah belah; ruang lingkup perbedaan
02
Sebab-Sebab Ikhtilaf
Qirâ’ah, makna lafaz, istidlâl, hadis, dan kaidah bahasa
03
Memilih Mazhab
Pedoman dan kisah para imam
04
Adab dan Kaidah
Teladan salaf dan nasihat para ulama
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
01

Memahami Ikhtilaf

Tidak setiap perbedaan adalah perpecahan. Kenali dulu bedanya, lalu di wilayah mana perbedaan itu dibolehkan.

Antara Perbedaan dan Perpecahan

Perbedaan
Ikhtilâf
berbeda pendapat
Iftirâq
berpecah belah
Antar malaikat
malaikat rahmat dan malaikat azab, kisah pembunuh seratus jiwa
Nabi ﷺ dan para sahabat
misalnya musyawarah tawanan Badar
Antar para sahabat
misalnya shalat Ashar sebelum tiba di Bani Quraizhah
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpeganglah kalian semua pada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”
QS Âli ’Imrân: 103 — yang dilarang adalah perpecahan
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Ruang Lingkup Perbedaan

Ruang
Lingkup
Akidah
Syariah
Ushûl
Contoh: Rukun iman
disepakati — tidak ada ruang beda
Furû’
Contoh: Detail sifat Allah: wajah, tangan, istiwâ’; pembagian tauhid, dll.
ruang ikhtilaf
Ushûl
Contoh: Wajibnya shalat lima waktu, puasa Ramadhan, zakat, haji; haramnya zina, judi, khamar, dll.
disepakati — tidak ada ruang beda
Furû’
Contoh: Detail tata cara ibadah, maulid Nabi, isbal, memanjangkan jenggot, dll.
ruang ikhtilaf
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
02

Sebab-Sebab Ikhtilaf

Para ulama berangkat dari dalil yang sama, tetapi berbeda dalam membaca, memaknai, dan menilainya.

Sebab ikhtilaf

Di Antara Sebab Ikhtilaf (1)

Perbedaan qirâ’ah
وَأَرْجُلَكُمْ
QS Al-Mâ’idah: 6
Dibaca arjulakum (nashab) atau arjulikum (jarr): kaki dalam wudhu dibasuh atau cukup diusap?
Ḫaqîqî atau majâzî
أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
QS Al-Mâ’idah: 6
“Menyentuh” dimaknai hakiki (bersentuhan kulit) atau kiasan bagi jimak? Dari sini lahir beda hukum batal wudhu.
Cara istidlâl
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
QS Al-Wâqi’ah: 79
Apakah ayat ini dalil larangan menyentuh mushaf bagi yang berhadas, atau berita tentang malaikat yang menyentuh Lauḫ Maḫfûzh?
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Sebab ikhtilaf

Di Antara Sebab Ikhtilaf (2)

Penilaian keshahihan hadis
لَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ
Riwayat Anas bin Mâlik
Ulama berbeda menilai kekuatan riwayat ini. Yang menerimanya menyunnahkan qunut subuh; yang tidak, meninggalkannya.
Ta’ârudh (dalil tampak bertentangan)
بِسْمِ اللَّهِ… مِنَ الْفَاتِحَةِ أَمْ لَا؟
Basmalah dalam Al-Fâtiḫah
Riwayat tentang bacaan basmalah tampak berlawanan, sehingga ada yang mengeraskan, memelankan, atau tidak membacanya.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Sebab ikhtilaf

Di Antara Sebab Ikhtilaf (3)

Perbedaan i’râb
ذَكَاةُ الْجَنِينِ ذَكَاةُ أُمِّهِ
HR Abû Dâwud, dari Jâbir bin ’Abdillâh
Dibaca rafa’: sembelihan induk sudah mencukupi janinnya. Dibaca nashab (dzakâta ummihi): janin disembelih seperti induknya.
Lafaz musytarak
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ
QS Al-Baqarah: 228
Kata qur’ punya dua makna: suci dan haid. Maka ulama berbeda dalam menghitung tiga kali masa iddah.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Sebab ikhtilaf

Di Antara Sebab Ikhtilaf (4): ’Âmm dan Khâshsh

Dalil umum
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ
QS Al-Mâ’idah: 3
“Diharamkan atas kalian bangkai, darah, dan daging babi.” Semua bangkai tampak tercakup.
Dalil pengkhusus
هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، وَالْحَلَالُ مَيْتَتُهُ
Shaḫîḫ Ibnu Khuzaimah, dari Jâbir
Ditanya tentang laut, Nabi ﷺ bersabda: “Airnya menyucikan dan bangkainya halal.”
Titik beda: sejauh mana dalil khusus membatasi dalil umum — misalnya, apakah semua hewan laut termasuk bangkai yang halal.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
03

Memilih Mazhab

Bebas memilih mazhab yang muktabar — namun para imam mengajarkan kearifan menimbang tempat dan masyarakat.

Bagaimana Memilih Mazhab?

✓
Boleh memilih mazhab mana pun
yang diyakini, selama mazhab itu muktabar, yakni diakui di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah.
⌂
Mengikuti mazhab mayoritas setempat
adalah sikap bijak: lebih mudah belajar, ibadah bersama masyarakat tetap serasi, serta mencegah konflik dan perpecahan umat.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kisah teladan

Kisah al-Qâdhî Abû Ya’lâ (1)

Al-Wazîr Ibnu Hubairah (w. 560 H) menuturkan dari Syekh Muḫammad bin Yaḫyâ: seorang ahli fikih datang kepada al-Qâdhî Abû Ya’lâ al-Ḫanbalî (w. 458 H) untuk belajar mazhab Ḫanbalî. Sang Qâdhî lalu menanyakan asal negerinya.
al-Qâdhî Abû Ya’lâ
Penduduk negerimu semuanya bermazhab Syâfi’î. Mengapa engkau berpaling ke mazhab Ḫanbalî?
Sang ahli fikih
Aku berpaling ke mazhabmu karena aku mengagumimu.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kisah teladan

Kisah al-Qâdhî Abû Ya’lâ (2)

al-Qâdhî Abû Ya’lâ
Sikapmu ini tidak pantas. Jika engkau pulang bermazhab Ḫanbalî sementara penduduk negerimu bermazhab Syâfi’î, engkau tidak akan sama dengan mereka dalam tata cara ibadah, orang tidak akan belajar kepadamu, dan engkau menanam bibit permusuhan serta pertikaian. Yang lebih utama bagimu adalah tetap bermazhab Syâfi’î seperti penduduk negerimu.
Al-Qâdhî kemudian membawa ahli fikih itu menemui Abû Isḫâq asy-Syîrâzî asy-Syâfi’î (w. 476 H) untuk belajar kepadanya.
al-Musawwadah fî Ushûl al-Fiqh, hlm. 541
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kisah teladan

Kisah Imam Mâlik dan Orang Kufah (1)

1
Di majelis Imam Mâlik (w. 179 H)
Beliau ditanya tentang waris, lalu menjawab dengan pendapat Zaid bin Tsâbit.
2
Sanggahan
Ismâ’îl (cucu as-Suddî) menimpali: “’Alî bin Abî Thâlib dan Ibnu Mas’ûd tidak berpendapat demikian.”
3
Penjaga bergerak
Imam Mâlik memberi isyarat kepada penjaga. Ismâ’îl mengelak hingga mereka tak berdaya menangkapnya.
4
“Ajak dia dengan lembut”
Ditanya soal kitab dan penanya, Imam Mâlik berpesan agar ia diajak baik-baik. Ia pun kembali ke majelis.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kisah teladan

Kisah Imam Mâlik dan Orang Kufah (2)

Imam Mâlik
Engkau dari negeri mana?
Ismâ’îl
Dari Kufah. Aku menyebut pendapat itu agar mendapat faedah darimu.
إِنَّ عَلِيًّا وَعَبْدَ اللَّهِ لَا يُنْكَرُ فَضْلُهُمَا، وَأَهْلُ بَلَدِنَا عَلَى قَوْلِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، وَإِذَا كُنْتَ بَيْنَ قَوْمٍ فَلَا تَبْدَأْهُمْ بِمَا لَا يَعْرِفُونَ فَيَبْدَأَكَ مِنْهُمْ مَا تَكْرَهُ
“Keutamaan ’Alî dan Ibnu Mas’ûd tak dapat dipungkiri, tetapi penduduk negeri kami (Madinah) mengikuti pendapat Zaid bin Tsâbit. Bila engkau berada di tengah suatu kaum, jangan memulai dengan apa yang tidak mereka kenal, sehingga datang dari mereka sesuatu yang tidak kau sukai.”
adz-Dzahabî, Siyar A’lâm an-Nubalâ’, 11/177
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kisah teladan

Kisah Imam Mâlik dan Sang Khalifah

Khalifah Abû Ja’far al-Manshûr
Wahai Abû ’Abdillâh, jadikanlah ilmu (fikih) ini satu mazhab saja.
Imam Mâlik
Sesungguhnya para sahabat Rasulullah ﷺ telah berpencar ke berbagai negeri, dan mereka berfatwa di setiap negeri sesuai dengan apa yang mereka pandang. Penduduk Madinah punya pendapat sendiri, demikian pula penduduk Irak. Jika engkau paksakan satu mazhab, engkau telah melampaui batas.
az-Zarqânî, Syarḫ az-Zarqânî ’alâ al-Muwaththa’, 1/62
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
04

Adab dan Kaidah Menyikapi Ikhtilaf

Para imam berbeda pendapat, namun tetap shalat berjamaah, saling menghormati, dan tidak memaksakan mazhab.

Sikap Teladan Ketika Berbeda Pendapat

Ibnu Mas’ûd
bermakmum di belakang ’Utsmân bin ’Affân, padahal berbeda pendapat soal qashar shalat.
Imam Mâlik
menolak kitabnya, al-Muwaththa’, dijadikan pedoman hukum negara.
Imam asy-Syâfi’î
tidak berqunut subuh ketika shalat di masjid kaum bermazhab Ḫanafî.
Imam Aḫmad
bersedia bermakmum kepada imam yang berbeda pendapat soal batalnya wudhu karena mimisan (seperti Imam Mâlik dan Sa’îd bin al-Musayyib).
Imam Masjidil Haram
membaca basmalah dengan keras saat mengimami di Masjid Istiqlal.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Kaidah Penting Terkait Ikhtilaf

لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ، وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ
“Tidak boleh diingkari perkara yang (hukumnya) masih diperselisihkan; yang diingkari hanyalah perkara yang telah disepakati.”
as-Suyûthî, al-Asybâh wa an-Nazhâ’ir, hlm. 158
Catatan: as-Suyûthî menyebut beberapa pengecualian, misalnya pendapat yang sangat lemah dalilnya.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Pendapat Mana yang Paling Sesuai Sunnah?

لِأَنَّهُ لَيْسَ قَوْلُ بَعْضِهِمْ أَوْلَى مِنَ الْبَعْضِ
“…sebab pendapat sebagian ulama tidaklah lebih utama daripada pendapat sebagian yang lain.”
Ibnu Qudâmah, Raudhah an-Nâzhir, Bab Taqlid (2/387)
Konteks: bagi orang awam yang mendapati dua mufti setara, ia boleh mengambil pendapat mana pun dari keduanya.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Nasihat Ibnu Taimiyah (1): Contoh Masalah

تَنَازَعَ الْمُسْلِمُونَ: أَيُّهُمَا أَفْضَلُ: التَّرْجِيعُ فِي الْأَذَانِ أَوْ تَرْكُهُ؟ أَوْ إفْرَادُ الْإِقَامَةِ أَوْ تَثْنِيَتُهَا؟ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ بِغَلَسٍ أَوِ الْإِسْفَارُ بِهَا؟ وَالْقُنُوتُ فِي الْفَجْرِ أَوْ تَرْكُهُ؟ وَالْجَهْرُ بِالتَّسْمِيَةِ أَوِ الْمُخَافَتَةُ بِهَا أَوْ تَرْكُ قِرَاءَتِهَا؟ وَنَحْوُ ذَلِكَ
Kaum muslimin berselisih mana yang lebih utama:
Tarjî’ dalam azan atau tidakIqamah satu-satu atau dua-duaSubuh di awal gelap atau saat terangQunut subuh atau tidakBasmalah keras, pelan, atau tidak dibaca
Ibnu Taimiyah, Majmû’ al-Fatâwâ, 20/292
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Nasihat Ibnu Taimiyah (2): Saling Mengakui Ijtihad

فَهَذِهِ مَسَائِلُ الِاجْتِهَادِ الَّتِي تَنَازَعَ فِيهَا السَّلَفُ وَالْأَئِمَّةُ، فَكُلٌّ مِنْهُمْ أَقَرَّ الْآخَرَ عَلَى اجْتِهَادِهِ، مَنْ كَانَ فِيهَا أَصَابَ الْحَقَّ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَمَنْ كَانَ قَدِ اجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ وَخَطَؤُهُ مَغْفُورٌ لَهُ
“Ini adalah masalah-masalah ijtihad yang diperselisihkan salaf dan para imam. Masing-masing mengakui ijtihad yang lain. Siapa yang benar mendapat dua pahala; siapa yang berijtihad lalu keliru mendapat satu pahala, dan kekeliruannya diampuni.”
Ibnu Taimiyah, Majmû’ al-Fatâwâ, 20/292
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Nasihat Ibnu Taimiyah (3): Tidak Saling Mengingkari

فَمَنْ تَرَجَّحَ عِنْدَهُ تَقْلِيدُ الشَّافِعِيِّ لَمْ يُنْكِرْ عَلَى مَنْ تَرَجَّحَ عِنْدَهُ تَقْلِيدُ مَالِكٍ، وَمَنْ تَرَجَّحَ عِنْدَهُ تَقْلِيدُ أَحْمَدَ لَمْ يُنْكِرْ عَلَى مَنْ تَرَجَّحَ عِنْدَهُ تَقْلِيدُ الشَّافِعِيِّ، وَنَحْوُ ذَلِكَ
“Siapa yang lebih condong mengikuti asy-Syâfi’î tidak mengingkari orang yang condong mengikuti Mâlik; siapa yang condong mengikuti Aḫmad tidak mengingkari orang yang condong mengikuti asy-Syâfi’î, dan seterusnya.”
Ibnu Taimiyah, Majmû’ al-Fatâwâ, 20/292–293
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Orang Fanatik, Ilmunya Belum Matang

فَإِنَّ الْعَالِمَ لَا يَنْضَجُ حَتَّى يَتَرَفَّعَ عَنِ الْعَصَبِيَّةِ الْمَذْهَبِيَّةِ
“Sesungguhnya seorang berilmu belum matang keilmuannya hingga ia meninggalkan fanatisme mazhab.”
Muḫibbuddîn al-Khathîb, pengantar taḫqîq al-’Awâshim min al-Qawâshim (Ibnu al-’Arabî), hlm. 17
Konteks: komentar atas kisah asy-Syâsyî, imam Syâfi’iyyah Baghdad, yang membela pendapat Abû Ḫanîfah di majelis diskusi.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Tidak Ada Nahi Mungkar dalam Masalah Khilafiyah

إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ الَّذِي قَدِ اخْتُلِفَ فِيهِ وَأَنْتَ تَرَى غَيْرَهُ فَلَا تَنْهَهُ
Sufyân ats-Tsaurî berkata: “Jika engkau melihat seseorang mengamalkan sesuatu yang masih diperselisihkan hukumnya, sedangkan engkau berpendapat lain, maka jangan larang dia.”
al-Khathîb al-Baghdâdî, al-Faqîh wa al-Mutafaqqih, 2/136
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Tidak Memaksakan Mazhab kepada Orang Lain

لَا يَنْبَغِي لِلْفَقِيهِ أَنْ يَحْمِلَ النَّاسَ عَلَى مَذْهَبِهِ، وَلَا يُشَدِّدَ عَلَيْهِمْ
Imam Aḫmad, dalam riwayat al-Marrûdzî: “Tidak sepatutnya seorang ahli fikih memaksa orang mengikuti mazhabnya dan bersikap keras terhadap mereka.”
Ibnu Mufliḫ, al-Âdâb asy-Syar’iyyah, 1/166
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Kaidah dan nasihat

Batas Ruang Ijtihad

وَلَيْسَ لِلْمُفْتِي وَلَا لِلْقَاضِي أَنْ يَعْتَرِضَ عَلَى مَنْ خَالَفَهُ إِذَا لَمْ يُخَالِفْ نَصًّا أَوْ إِجْمَاعًا أَوْ قِيَاسًا جَلِيًّا
“Tidak sepatutnya seorang mufti atau hakim menentang orang yang menyelisihinya, selama orang itu tidak menyelisihi nash, ijmak, atau qiyas jalî.”
an-Nawawî, Syarḫ Shaḫîḫ Muslim, 2/24
Batasnya: yang menyelisihi nash yang tegas, ijmak, atau qiyas jalî tidak lagi termasuk ikhtilaf yang dimaklumi.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Penutup

Ringkasan

1
Ikhtilaf itu wajar dan terjadi sejak generasi terbaik; yang terlarang adalah iftirâq.
2
Ruang ikhtilaf ada pada furû’, bukan pada ushûl yang telah disepakati.
3
Sebabnya: beda qirâ’ah, makna lafaz, cara istidlâl, penilaian hadis, dan kaidah bahasa.
4
Boleh memilih mazhab yang muktabar; mengikuti mazhab setempat lebih menjaga persatuan.
5
Jangan mengingkari masalah khilafiyah dan jangan memaksakan mazhab kepada orang lain.
6
Fanatisme mazhab tanda ilmu yang belum matang.
Ikhtilaf Ulama dan Cara Bijak Menyikapinya · Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Berbeda boleh, berpecah jangan.

Wallâhu a’lam bish-shawâb
Muhamad Abdul Wahab, Lc., M.H.
Part of Rumah Fiqih Indonesia · Dosen STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta
@mochwahab23

Putar HP ke posisi mendatar agar slide memenuhi layar